Alfa Syahputra desak Gubernur Riau Kirim Surat Edaran Kepada Bupati/Walikota Agar Perusahaan Tidak Menurunkan Harga TBS Sawit

Alfa Syahputra desak Gubernur Riau Kirim Surat Edaran Kepada Bupati/Walikota Agar Perusahaan Tidak Menurunkan Harga TBS Sawit

Milenial asal Kabupaten Rokan Hulu Alfa Syahputra, SM mendesak Gubernur Riau H. Syamsuar agar segera: (a) mengirim surat edaran kepada paraBupati/Walikota
sentra sawit agar perusahaan sawit di wilayahnya untuk tidak menetapkan harga beli TBS perkebunan secara sepihak ( di luar harga beli yang telah ditetapkan oleh tim penetapan harga beli TBS tingkat Provinsi); (b) memberikan peringatan atau memberikan sanksi kepada perusahaan/PKS yang melanggar ketentuan Permentan 01 tahun 2018.

“Saya meminta segera gubernur riau mengirim surat ederan dan peringatan kepada perusahaan/ PKS untuk tidak melanggar ketentuan tim penetapan harga pembelian (TBS) perkebunan yang diatur dalam peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 01 tahun 2018 tentang pedoman penetapan harga harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi perkebunan.

Hari ini kita sudah melihat beberapa PKS sudah melakukan penurunan harga yang tidak sesuai dengan ketentuan Permentan No 01 tahun 2018, harga turun bebas mencopai 1.400 yang mengakibatkan keresahan dan menimbulkan konflik antara petani sawit dengan PKS sehingga nanti terjadi kerugian kepada para petani sawit.

Alfa Syahputra menuturkan, dari pengumuman presiden RI pada tanggal 22 April 2022 tentang pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng (RBD Palm Olein) yang akan diberlakukan pada tanggal 28 April 2020 nanti, pertama bahwa yang dilarang eksport itu hanya RBD Palm Olein yang merupakan bahan baku minyak goreng sawit dan minyak goreng sawit (MGS), untuk CPO (crude palm oil) tidak ada larangan atau pembatasan. oleh sebab itu saya juga mengajak kota untuk mengawal proses penetapan harga TBS di perusahaan/PKS yang ada di Riau.”tutur Alfa”.