DPR Rasa Milenial Atau Milenial Rasa DPR Jilid II

Sepertinya cerita tentang DPR rasa Milenial atau Milenial Rasa DPR masih berlanjut,  tampak postingan dari salah satu postingan Facebook yang sama Mark Leign (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4598424080252211&id=100002539920246) :

 

Hari ini 31 oktober 2021 ketika melintas jalan lintas simpang kumu-kotatengah-duri. saya kembali teringat postingan Alfa Syahputra, S.M sekitar bulan mei lalu. Dimana postingan tersebut mengkritik kinerja Anggota DPRD kabupaten Rokan Hulu dan Anggota DPRD Provinsi Riau asal Kepenuhan

Melihat kondisi jalan yang amburadul. Kejengkelan saya seperti terwakilkan melalui kritik pada postingan itu yang seharusnya menjadi kejengkelan banyak orang.
Tapi, mau bagaimana lagi saya dan banyak orang lainnya pun masih belum sanggup angkat bicara. Sebab, takut nanti ditanya solusinya apa? Eh, bukankah mencari solusi tugasnya bapak-bapak yang foto fotonya menghiasi bagai pelangi dipinggir jalan. Ya? Hmmm…

Kembali pada “aspirasi” bulan mei lalu, Akhirnya menemui titik terang yang tak lama berselang pengerjaan mulai dilakukan dan Alhamdulillah hari ini ruas jalan lintas kumu-duri terutama pasar minggu kota tengah sudah mulai membaik. Sudah barang tentu ini hasil dari kegigihan millenials yang apik saat para pemuda yang katanya aktivis memilih bungkam.
terlepas dari pro dan kontra aksi semacam ini patut diapresiasi. Millenial yang berani bersuara seharusnya juga akan membantu mewujudkn visi dan misi DPR. Mengingat kegigihan Alfa Syahputra mewakili kaum millenial yang tak henti hentinya menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat meskipun tanpa jabatan dan imbalan.
Kalaupun kelak tujuannya memperoleh jabatan tidak ada yang salahnya juga.

Beginilah seharusnya. Millenials semestinya angkat bicara dan pemimpin berlapang dada belajar membuka telinga.
Lanjutkan saja. Tak apa bila citra-citra bertebaran disosial media. Toh, begitulah seharusnya millenials bicara dengan membaluri diri dengan karya karya.
Tapi, semua ini masih sudut pandang pribadi tanpa ada intervensi dari siapapun juga.
Diluar semua itu, Boleh kita diskusikan dikolom komentar!

Maaf Pak Alfa Syahputra awak tag sebelum permisi

#MillenilaBicara
#MudaBersuara