Ratingnya Terus Turun, Facebook Kualahan

Facebook dilaporkan kewalahan usai mendapat banyak rating bintang 1 di toko aplikasi Apple Store dan Google Play Store.

Rating itu diduga merupakan kampanye terkoordinir di media sosial oleh kelompok dan aktivis pendukung Palestina.

Dikutip The Verge, Facebook melihat situasi itu sebagai masalah prioritas internal. Bahkan menurut sumber, Facebook dikabarkan telah menghubungi Apple Store dan Google Play Store untuk menghapus ulasan atau rating jelek tersebut. Namun, Apple telah menolak permintaan Facebook untuk menghapus ulasan tersebut.

Sementara Google belum mengeluarkan pernyataan soal permintaan penghapusan ulasan bintang 1 di toko aplikasi miliknya, Play Store oleh Facebook.

Para aktivis Palestina memprotes dugaan sensor dan penghapusan Facebook terhadap semua konten dan akun pro Palestina setelah diserang Israel. Aktivis juga mengimbau orang-orang untuk meninggalkan aplikasi Facebook dengan ulasan satu bintang.

Kampanye tersebut dibagikan di seluruh platform media sosial, termasuk Twitter dan Facebook.

Per hari Senin (24/5/2021), peringkat untuk aplikasi Facebook di App Store memiliki ulasan bintang 2,3 dari 5. Sedangkan di toko aplikasi Play Store, Facebook memiliki rating 2,4.

Dikutip NBC News, banyak ulasan yang menyertakan komentar yang dihiasi para penggunanya. Para aktivis menuding Facebook melakukan pembungkaman suara Palestina, dan beberapa tagar seperti #FreePalestine dan #GazaUnderAttack menghiasi kolom komentar.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa perusahaan tidak menyensor aktivitas penggunanya, tetapi pihaknya mengklaim menerapkan kebijakannya secara setara.

Juru bicara Facebook menambahkan bahwa pihaknya memiliki tim khusus yang terdiri dari penutur bahasa Arab dan Ibrani yang “memantau situasi lapangan dengan cermat, yang berfokus untuk memastikan dalam penghapusan konten berbahaya,”.

Facebook dan Twitter dituding menjadi media sosial yang kerap menyensor suara Palestina dengan menghapus postingan dan akun pro-Palestina.

Sumber : CNNIndonesia