Sukses Budidaya Ayam Kampung dengan Maggot

Banyaknya permintaan pasar akan ayam kampung membuat banyak orang melakoni ternak ayam kampung. Namun besarnya biaya produksi pakan yang tinggi membuat pertenak kualahan. Berbeda dengan Dani salah satu masyarakat di desa Kampung Padang, kecamatan Rambah, Rokan Hulu. Untuk menyiasati hal tersebut, Dani menggunakan Pakan Alternatif dari maggot yang ia budidayakan sendiri. Maggot merupakan salah satu jenis serangga BSF yang larva nya bagus untuk pakan alternatif hewan ternak.

“Untuk budidaya maggot kita harus punya indukannya untuk mengembang kan nya. Maggot akan berubah menjadi Pupa dan akan menjadi lalat yang dinamakan Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam Indukan itu kita tempatkan di ruang khusus dan kita biarkan mengerumuni tumpukan buah-buahan busuk. Tentunya di lokasi itu kita sudah siapkan wadah khusus atau Biopon untuk pembiakan maggot,” ungkap Dani, Selasa, (18/05/21).

Menurut dia, setiap dua hari sekali dirinya memanfaatkan buah-buahan busuk atau sayur-sayuran sisa yang selama ini hanya dibuang begitu saja oleh para pedagang yang berjualan di pasar Modern Pasir Pengaraian. Buah busuk dan sayuran itu lalu dicacah dan ditempatkan wadah pembiakan larva. Tujuh hari, telur lalat hitam itu akan berubah menjadi larva atau maggot.

Dia menilai, dengan pemberian maggot Kepada Ternak dapat mendongkrak pertumbuhan ayam kampung dengan cepat dikarnakan Dalam tubuh manggot Mengandung unsur Protein 30-45% dan bisa menekan biaya Pakan ayam Buatan/Pur.

“Dua bulan lebih , ayam kampung siap panen. Rata-rata beratnya 1-1,4 kilogram per ekornya. Yang dikandang sekarang berumur sekitar 1 bulan 7 Hari berat nya sudah 6 Sampai 7 ons ,” ujarnya.

Kotoran ayam yang ditampung di bawah kandang dapat dimanfaatkan kembali sebagai media pembesaran maggot. Selain maggot, dia juga memberi cacahan berupa tanaman air sebagai bahan pakan campuran pelengkap nutrisi.

“aroma dalam kandang bisa tidak terlalu berbau, karena kotoran ayam kampung akan diurai oleh maggot, bahkan dapat mengurangi lalat,Sebab lalat tidak suka Dengan Aroma yang di keluarkan oleh manggot” Tutup nya.

(ilfaj)